KWT Caturtunggal Dapat Pelatihan Ecoprint, Dorong Karya Ramah Lingkungan Bernilai Ekonomi

Bagikan

Sleman – Upaya pemberdayaan perempuan di wilayah Kalurahan Caturtunggal kembali digalakkan. Pada Rabu (28/05), bertempat di Balai Padukuhan Blimbingsari, digelar pelatihan Ecoprint dengan teknik steam yang diikuti oleh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dari padukuhan se caturtunggal. Pelatihan ini difasilitasi langsung oleh Pemerintah Kalurahan Caturtunggal sebagai bagian dari program peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi warga.

Dalam sambutannya, Dukuh Blimbingsari, Robert Purnomo, menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang digelar di wilayahnya. Ia berharap para peserta dapat meneruskan ilmu yang diperoleh ke lingkungan masing-masing, bahkan mampu menciptakan produk Ecoprint sebagai unggulan KWT di tiap padukuhan.

“Selain sebagai bentuk kreativitas, Ecoprint ini juga bisa menjadi sumber pemasukan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Ulu-ulu Kalurahan Caturtunggal, Andi Suwarno, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai sarana pengembangan potensi.

“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya selesai di hari ini, tetapi bisa terus berkembang dan menghasilkan karya yang unik, artistik, dan memiliki nilai jual tinggi,” ungkap Andi.

Pelatihan Ecoprint ini fokus pada teknik steam atau pengukusan, salah satu metode ramah lingkungan dalam pewarnaan kain menggunakan daun dan pewarna alami. Peserta diajak langsung untuk mempraktikkan proses mulai dari scouring (pembersihan kain), mordan (penyerapan zat warna), penataan daun di atas kain, hingga penggulungan dan pengukusan selama satu jam. Beberapa jenis daun yang digunakan antara lain daun jati muda, daun jambu biji, kenikir, dan daun kersen semuanya menghasilkan motif yang unik, alami, dan tak ada duanya.

Teknik ini tidak hanya menghasilkan produk dengan keindahan visual tinggi, namun juga meminimalisir limbah kimia sehingga ramah terhadap lingkungan. Produk akhir Ecoprint dinilai cocok untuk berbagai kebutuhan, dari fashion hingga dekorasi, dan berpotensi besar dikembangkan menjadi usaha kreatif rumahan.

Kegiatan pelatihan ditutup secara resmi pada pukul 12.30 WIB oleh Ketua Paguyuban KWT Wijaya Kusuma, Ibu Nurhandayani. Ia menutup kegiatan dengan penuh harap, “Semoga pelatihan hari ini menjadi langkah awal hadirnya karya-karya perempuan hebat yang mencintai lingkungan dan mandiri secara ekonomi.” (oktaviana)

Sumber : https://caturtunggalsid.slemankab.go.id/


Bagikan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Hubungi Kami